Pengadilan Tertinggi Amerika Serikat Melegalkan Pernikahan Sesama Jenis; Mengapa Kita Perlu Merasa Khawatir

Seberapa sering Anda mendengar istilah gay atau lesbian? Untuk sebagian masyarakat awam Indonesia, kata gay/lesbian masih sedikit tabu untuk diakui. Bila melihat pasangan sesama jenis bergandengan tangan atau terang-terangan berangkulan di mall, sebagian dari kita bergidik seperti tersengat listrik. Ada pula yang masih berpikir, tak tahu harus menanggapi seperti apa.

 

Kaum LGBT (Lesbian, gay, bisexsual & transgender) di dunia, khususnya Amerika Serikat baru saja merayakan legalitas pernikahan sesama jenis. Bendera pelangi yang merupakan simbol equality atau kesetaraan dikibarkan di depan Supreme Court, pengadilan tertinggi di AS yang setara dengan Mahkamah Agung di Indonesia. Hashtag #lovewins membanjiri Twitter, Facebook dan Instagram. Para selebriti Hollywood turut berpartisipasi memberikan dukungan. Mereka merayakan ‘kemenangan cinta’ yang kini tak perlu memedulikan gender. Kaum LGBT kini tak lagi sungkan mengekspresikan diri mereka secara terbuka bahwa mereka penyuka sesama jenis. Tak ada lagi kemungkinan bunuh diri untuk kaum LGBT yang merasa tidak diterima dengan layak di masyarakat. Bila ada yang mem-bully atau menjatuhkan kaum LGBT, tindakan seperti ini akan dianggap melanggar hukum karena mereka telah memiliki hak yang sama di mata hukum. Kaum LGBT tak ada bedanya dengan kaum heteroseksual yang berhak mendapat perlakuan yang sama, tak boleh ada diskriminasi.

 

 Para penentang ini khawatir dengan konsep dasar parenting yang kelak diajarkan kepada anak-anak, bahwa keluarga yang normal itu seharusnya terdiri atas Ayah dan Ibu, bukan dua ibu atau dua Ayah.

 

 Bila membaca berita-berita dari situs luar negeri dapat dilihat betapa besarnya dukungan dan perayaan atas kemenangan ini. Namun dari begitu banyaknya pembela kaum LGBT, jumlah pengkritik dari keputusan legalitas pernikahan sesama jenis ini hampir sama banyak. Mereka mengklaim bukan pembenci kaum LGBT dan berusaha memahami LGBT dari segi HAM. Para penentang ini khawatir dengan konsep dasar parenting yang kelak diajarkan kepada anak-anak, bahwa keluarga yang normal itu seharusnya terdiri atas Ayah dan Ibu, bukan dua ibu atau dua Ayah. Adapun pasangan lesbi atau gay yang ingin memiliki anak, toh nantinya akan tetap mengadopsi anak dari kaum straight (heteroseksual) yang memiliki sperma dan sel telur yang sehat. Ditilik dari sisi kesehatan pun, menurut WHO pasangan sesama jenis justru memiliki resiko 20 kali lebih besar tertular penyakit HIV/AIDS. Bila selama ini kita berpikir bahwa Amerika adalah negara dengan tingkat kesadaran akan hubungan seksual sehat/higienis yang tinggi, kali ini setengah dari populasi AS mengabaikan fakta tersebut. Bahkan ada yang tak segan-segan mengkritik; kaum LGBT hanya mampu berhubungan seks menggunakan sex toys.


 

Dari segi politik, kandidat presiden dari Partai Republik, (oposisi dari Partai Demokrat yang melegalkan pernikahan sesama jenis) Bobby Jindal berkicau “Marriage between a man and a woman was established by God, and no earthly court can alter that.”-- Pernikahan antara pria dan wanita disahkan oleh Tuhan, tak ada satu pun pengadilan di Bumi ini yang bisa menggantikannya.

Berbeda dengan Partai Demokrat yang selalu menomorsatukan kebebasan pendapat dan persamaan hak-hak manusia, Partai Republik merupakan partai yang masih bertahan dengan “religious liberty” atau kebebasan yang berlandaskan nilai-nilai agama. Mereka sangat menentang hubungan sesama jenis yang menutupi dosa atas nama cinta. Tak heran dalam hampir satu dekade terakhir partai Republik susah menarik simpati publik karena dianggap terlalu konservatif.

 

Bagaimana publik Indonesia sendiri menanggapi tentang pernikahan sesama jenis ini? Secara umum, seperti yang disebutkan di atas masyarakat Indonesia masih kurang terbuka menerima kaum LGBT. Pasangan sesama jenis tak diizinkan untuk berumah tangga dan mengepalai sebuah rumah tangga. Status waria, transeksual atau transgender lainnya di Indonesia sangat kompleks. Cross-dressing terkadang tidak dapat diterima, ilegal dan beberapa toleransi publik diberikan kepada beberapa orang transgender yang bekerja di salon kecantikan atau di industri hiburan. Majelis Ulama Indonesia memutuskan bahwa kaum transgender harus tetap pada jenis kelamin pada saat mereka dilahirkan (wikipedia).

Mengapa putusan pengadilan tertinggi AS yang melegalkan pernikahan sesama jenis ini patut membuat kita khawatir? Saya bukanlah orang yang religius. Namun sebagai Muslim yang (insya Allah) taat dan pernah menjadi korban bully di Instagram karena dituduh homophobic (antipati terhadap kaum gay), saya sadar betul akan dampak yang terjadi bila dunia sudah menganggap pasangan sesama jenis merupakan hal yang biasa.

 

 

dampak yang terjadi bila dunia sudah menganggap pasangan sesama jenis merupakan hal yang biasa.

 

 

 

Bila pembela LGBT menganggap diri mereka adalah manusia modern, Islam justru berpandangan sebaliknya. Kaum penyuka sesama jenis seharusnya sudah tak ada lagi di muka bumi ini. Gay/ lesbian/transgender bukanlah penyakit genetik (penjelasan lebih lanjut dapat dilihat di disini)

Sebelumnya negara-negara seperti Belanda, Kanada, Afrika Selatan, Spanyol, Belgia, Norwegia, Portugal, Islandia, Meksiko dan Argentina sudah melegalkan pernikahan sesama jenis. Tentunya  putusan pengadilan AS ini patut membuat kita khawatir. Amerika Serikat adalah negara superpower yang mampu memengaruhi negara-negara lain untuk melakukan hal yang sama. Apa jadinya dunia ini bila tak ada lagi norma dalam masyarakat? Atau bahkan kata norma itu sudah tidak ada, digantikan oleh kata “kesetaraan” yang mengatasnamakan cinta. Semoga pejuang-pejuang agama di dunia terus bekerja sama dalam menghapus pandangan yang semakin meresahkan ini.

ridha
Author: ridha
penggemar film, tv series dan novel saduran.

Artikel Terbaru

Previous Next
  • 1
  • 2
Insidious Chapter 3 Genre : Horor Tanggal Rilis Perdana : 05 Juni 2015 MPAA Rating : Bimbingan OrtuIMDB Rating :... Read more
Pasangan Artis Nikah Beda Agama hellocouples.com - berita yang mengagetkan beberapa hari ini adalah berita tentang pindah... Read more
Bridesmaids   Bridesmaids (2011) Sutradara: Paul Feig Bridesmaids adalah film komedi romantic yang... Read more
Pengadilan Tertinggi Amerika Serikat Melegalkan Pernikahan Sesama Jenis; Mengapa Kita Perlu Merasa Khawatir Seberapa sering Anda mendengar istilah gay atau lesbian? Untuk sebagian masyarakat awam... Read more
Tanda Kamu Mencintai Orang Yang Tepat Tak ada rumusan pasti dalam hal mencintai seseorang. Pepatah tua mengatakan cinta datang pada... Read more
10 Film Chick Flick (Cewek) Wajib Nonton Versi Hello Couples Kalian pernah mendengar istilah Chick Flick? Chick flick adalah istilah dalam bahasa Inggris... Read more
VIDEO MENGHARUKAN HARI IBU YANG PASTI MEMBUAT ANDA MENANGIS.   HelloCouples, saya ingin membagi video yang sangat mengharukan dengan kalian, saat menonton... Read more

weeding helllo couples menu

Shop Hello Couples Menu

Most Read

Previous Next
  • 1
  • 2
Insidious Chapter 3 Genre : Horor Tanggal Rilis Perdana : 05 Juni 2015 MPAA Rating : Bimbingan OrtuIMDB Rating :... Read more
Pasangan Artis Nikah Beda Agama hellocouples.com - berita yang mengagetkan beberapa hari ini adalah berita tentang pindah... Read more
Bridesmaids   Bridesmaids (2011) Sutradara: Paul Feig Bridesmaids adalah film komedi romantic yang... Read more
Pengadilan Tertinggi Amerika Serikat Melegalkan Pernikahan Sesama Jenis; Mengapa Kita Perlu Merasa Khawatir Seberapa sering Anda mendengar istilah gay atau lesbian? Untuk sebagian masyarakat awam... Read more
Tanda Kamu Mencintai Orang Yang Tepat Tak ada rumusan pasti dalam hal mencintai seseorang. Pepatah tua mengatakan cinta datang pada... Read more
10 Film Chick Flick (Cewek) Wajib Nonton Versi Hello Couples Kalian pernah mendengar istilah Chick Flick? Chick flick adalah istilah dalam bahasa Inggris... Read more
VIDEO MENGHARUKAN HARI IBU YANG PASTI MEMBUAT ANDA MENANGIS.   HelloCouples, saya ingin membagi video yang sangat mengharukan dengan kalian, saat menonton... Read more

Template Design Doodlebuff..